Rabu, 16 September 2020

Mau ke Sana!


    Impian gue ke luar negeri itu yang pertama, Praha/Prague. Jujur mimpi ini random banget. Minim juga pengetahuan gue tentang kota ini. Cuma yang gue tahu adalah kota ini lebih manis dan romantis dibanding Paris yang selalu digadang-gadang jadi tempat paling romantis sedunia. Gue cukup suka dengan hal-hal berbau romantis. Ada banyak hal romantis yang ingin gue dapatkan cuma ya malu juga sih kalau harus diomongin hahaha. Jadi cukup tahu aja ya, aku ingin ke Praha untuk mendapatkan romantic vibe-nya! Suka juga dengan tata kotanya yang kayak lorong-lorong gitu, ya kan bener kan? *takut salah*

    Jujur lagi, gue nggak berani lagi punya mimpi di usia segini. Penyebabnya karena gue nggak mau berharap banyak, sama manusia atau kehidupan. Gue berdoa dan meminta yang gue inginkan kepada Tuhan. Namun yaudah, akhirannya pasrah dan mengikuti alur aja. Makanya sekadar untuk bermimpi bisa ke Praha aja tuh takut. Beberapa orang sudah tahu kalau gue pengin ke sana. Sekitar....dua orang (?) Of course, I wanna go with one of them but hey...once again, I don't wanna hope anything. Namun semoga aamiin dari kita dikabulkan.

    Selanjutnya mau ke Selandia Baru/New Zealand. Negara yang diceritakan tenang dan indah. Beberapa orang yang gue tahu bilang kalau udah ke sana ya udah pasti impiannya tinggal di sana selamanya. Nah, walaupun usia gue masih muda, gue sudah butuh ketenangan hahaha. Gue merasa dunia ini terlalu ramai. Mungkin karena gue sangat aktif di media sosial. Tentu, karena pekerjaan gue sangat berkaitan. Namun hal itu memberikan dampak tersendiri ke gue. Negara ini rasanya bisa menetralisir keresahan gue. Terlebih mereka bisa gerak cepat mengatasi COVID19 sampai 0 case. Salut!

    Kemudian gue ingin ke London/United Kingdom. Tentu hal ini dikarenakan gue suka banget sama Harry Potter, jadi rasanya ke sana tuh harus! Pastinya untuk wisata Harry Potter dulu. Sekadang mengunjungi Oxford pun dirasa perlu oleh gue hahaha. Tapi yang pasti penginnya ke Wizardly World of Harry Potter sih, walau perlu uang super banyak ya, bunda-bunda. Ingat, di sana pakai poundsterling. Hal ini yang membuat gue menurunkan dulu mimpi gue menjadi ke Jepang dulu. Di sana juga ada Universal Studio, tepatnya di Osaka. Cuma sama siapa ya?

    Gue juga punya mimpi ke Turki, tepatnya ke Cappadocia. Yap, sekadar mau naik balon udara. Namun penasaran juga sama makan piknik di rooftop gitu. Suka juga sih dengan penataan kotanya, kalau dilihat dari foto-foto yang gue lihat ya. Kata teman gue, di sana nggak sebagus foto yang beredar. Gersang banget. Tapi masih penasaran sih hahaha. Jadinya makin mau ke sana untuk membuktikan!

Kenangan Lampau


    Hidup gue dapat dikatakan sangat bergantung pada masa lalu. Gue merasa masa lalu gue lebih baik, lebih menyenangkan, lebih tenang. Tentu, karena saat itu gue belum beranjak dewasa sehingga permasalahan belum serumit sekarang.
    
    Ada banyak memori di kepala gue yang selalu berkelibat di kepala. Bahagia, sedih, bahagia dan sedih, biasa aja, semuanya ada. Sama siapa, di mana, kapan, tinggal pilih. Untuk kali ini gue akan menceritakan memori saat usia sekitar 4-6 tahun. Lupa tepatnya berapa.

    Saat itu gue, mama dan adik gue, Kresna, masih tinggal di Surabaya yaitu di rumah nenek. Lupa sih kejadian ini udah ada adik gue belum, karena dia lahir tahun 2000. Sedangkan gue lupa ini usia berapa, karena pas gue 4 tahun itu tahun 1999. Dan kenangan gue ini rasanya gue masih anak tunggal.

    Kami tinggal di Surabaya tidak bersama bapak gue karena beliau harus kerja di Jakarta. Belum ikut pindah di Jakarta karena nggak tau ya? Mungkin karena belum ada tempat tinggal, finansial belum kuat buat ngontrak atau entah apa yang pasti gue tinggal di Surabaya. Mungkin juga karena Jakarta dan sekitarnya belum kondusif setelah kerusuhan 1998? Entahlah, gue sok tahu aja.

    Bapak selalu menyempatkan pulang ke Surabaya satu bulan sekali atau lebih lama dari itu. Tergantung pekerjaan tentunya. Setiap beliau pulang, pasti kami jalan-jalan walau cuma ke mal. Jangan sedih karena mal di Surabaya cukup menarik karena ada semacam "Dufan" kecil atau "Timezone" besar di dalam mal. Semacam Fun World di AEON BSD sekarang, ada wahananya.

    Dulu saat kecil gue susah makan, namun bapak gue ini suka memaksa untuk makan pakai nasi. Harus pakai nasi. Saat di mal, gue harus makan pakai nasi apapun itu. Sedangkan gue nggak mau karena nggak lapar dan nggak nafsu juga makan pakai nasi. Gue pilihlah bakso, eh tetep dipaksa pakai nasi. Yaudah ngambeklah aku dengan cara: lari menghilang dari mereka. Gue jalan aja keluar foodcourt dengan drama mama manggil-manggil nama gue, "Lila! Lila!" tapi aku tuh maunya dikejar bukan cuma dipanggil!
    
    Lalu ketika sudah sampai di ujung foodcourt, jujur gue bingung mau ngapain. Dulu gue sudah cemen. Nggak berani kabur jauh gitu. Apalagi udah nonton film Joshua Oh Joshua, yang kepisah sama orangtuanya dari kecil. Yaudah gue diam saja bingung langkah selanjutnya apa. Eh mamaku menghampiri untuk menarikku kembali. Nah gue masih gengsi tuh untuk kembali. Lalu ditinggal mama lagi. Bingung deh.

    Akhirnya dengan menekan beribu-ribu gengsi, gue kembali ke mereka. Sempat panik karena nggak nemu-nemu. Eh ternyata mereka sudah duduk. Saking leganya ketemu di antara ramainya pengunjung mal, gue memeluk bapak dari belakang. Baksoku sudah dipesan namun tetap harus pakai nasi makannya. Tapi boleh sedikit aja nasinya. Case closed!

    Ada banyak kenangan pergi ke mal, salah satunya itu. Ada lagi yang lagi asyik di mal, eh disuruh keluar cepat dari mal karena ada isu malnya mau dibom. Lupa saat itu kenapa. Di kepala gue penyebabnya karena mal tersebut banyak pengunjung dari etnis Tionghoa/Cina, jadi ya gitu deh. Paham kan. Jadi lari-lari tuh kami keluar dari mal. Alhamdulillah cuma isu walau udah capek banget tuh, bun, bapak saya gendong saya. Malnya nggak kecil, itu Tunjungan Plaza kalau nggak salah. TP tuh bukan kayak PIM yang cuma sampai PIM 3. TP tuh sampai 6. Enam.

    Begitulah kira-kira memori masa kecilku yang ngambek sampai kelelahan di mal akibat lari-lari. Semoga kamu merasa terobati kerinduan pergi ke malnya!

Senin, 14 September 2020

Happy Things


    Hal-hal yang bikin bahagia ini seringnya muncul secara menegejutkan alias "Oh, ini bikin gue senang ya ternyata". Apa aja? Jujur bingung, lupa. Tapi akan gue coba list perlahan:

1. Punya merchandise Harry Potter. Hal ini karena gue suka banget Harry Potter dari kecil tapi emang agak kurang mampu aja ya buat beli bukunya, apalagi merchandise-nya. Jadi pas sekarang sudah punya penghasilan sendiri, jadi sering beli barang-barang Harry Potter. Rasanya tuh kayak "Hah akhirnya..".

2. Nonton konser musisi yang sering gue dengarkan. Gue suka nyanyi, walaupun suara juga nggak bagus. Makanya suka nonton konser atau live music karena bisa nyanyi bareng.

3. Tidur. Ini adalah pelarian dari hidup sih. Ada masalah apa, enaknya tidur. Dunia mimpi tuh lebih indah dibanding dunia ini. Walaupun mimpi buruk, tapi bisa lho kita sugesti pikiran saat di mimpi supaya mimpinya berubah skenario sesuai mau kita.

4. Jalan-jalan sama keluarga. Gue ke Tip Top sama keluarga juga udah suka. Soalnya kayak aji mumpung. bisa mumpung-buying

5. Ketemu sama si dia. Yaelah si dia udah macem majalah Gadis. Habisnya bingung, nggak selalu sudah jadi pacar juga. Ya intinya kencan lah ya. 

6. Nongkrong sama teman-teman. Bahkan saling diam pun kita pernah.

7. Menggambar bersama. Sendiri suka, tapi kalau bareng-bareng rasanya semangat banget. Sayangnya udah jarang.


Kira-kira itu. Ada banyak. Tapi sejujurnya hari ini sedang tidak dalam mood yang baik jadi yaudah see ya!